Di Inggris, anjing-anjing dilatih untuk memperingatkan penderita epilepsi dari kemungkinan serangan epilepsi.
Ini memberikan kepada pasien cukup waktu
untuk bersiap-siap menghadapi serangan, demikian laporan The Times dari London.
”Sebagai hasil dari memberikan hadiah kepada sang anjing yang menggonggong selama serangan epilepsi,” demikian penjelasan dari pengelola suatu badan bakti sosial yang mengkhususkan diri melatih anjing untuk orang-orang yang cacat, ”sang anjing menjadi terlatih untuk melihat tanda dan gejala yang diperlihatkan oleh penderita segera sebelum serangan.
Karena tahu bahwa tanggapan semacam itu akan mendatangkan hadiah, sang anjing menjadi sangat peka terhadap tanda-tanda tersebut.
"Anjing Meramalkan Serangan Ayan"
Beberapa anjing yang telah dipelihara lebih dari setahun dapat meramalkan serangan ayan dalam diri anak-anak yang tinggal bersama mereka, lapor surat kabar Spanyol Diario Médico.
Para peneliti mencapai kesimpulan ini setelah melakukan penelitian atas 45 keluarga. Beberapa orang tua yang anak-anaknya mengidap ayan memperhatikan bahwa sebelum kambuh, anjing mereka mulai berperilaku ”aneh”. Anjing itu akan memaksa si anak duduk atau akan bersandar di sisi anak sehingga jika ia jatuh, anjing itu akan menahannya.
"Pendengar untuk Tuna Rungu"
Yang khususnya sangat berharga bagi orang tunarungu adalah anjing yang telah dilatih untuk membantu mereka. Seorang wanita menceritakan, ”Twinkie mendengar bel, dan ia datang lalu menepuk-nepuk kaki saya dan membimbing saya ke pintu depan. Demikian juga, sewaktu Twinkie mendengar bunyi timer pemanggang, ia lari kepada saya, dan saya mengikuti dia. Jika ada alarm karena asap atau kebakaran, Twinkie terlatih untuk menarik perhatian saya dan kemudian bertiarap untuk menunjukkan adanya potensi bahaya."
"Penuntun bagi Tuna Netra"
Yang terutama menonjol adalah hubungan yang bernilai antara orang tunanetra dan anjing penuntun mereka.
Michael Tucker, seorang pelatih anjing-penuntun sekaligus penulis buku The Eyes That Lead, yakin bahwa anjing penuntun dapat membuka cakrawala baru bagi si tunanetra, memberikan ”kebebasan, kemandirian, mobilitas, dan persahabatan”.
Hubungan yang sangat akrab antara anjing demikian dan tuan mereka sering kali menyenangkan untuk dilihat.